HTML5 Powered with CSS3 / Styling, and SemanticsLevel Double-A conformance, 
          W3C WAI Web Content Accessibility Guidelines 2.0

Berita / Pengumuman Terkini

Blog PN Kutai Barat

Di halaman ini merupakan berita, pengumuman, relaas serta kegiatan terbaru seputar Pengadilan Negeri Kutai Barat

MOTTO PN KUTAI BARAT: " Dengan kerja keras dan kerja sama kita pasti BISA !" ------> B : Berintegritas I : Inovasi S : Semangat A : Akurat

Rapat evaluasi bulan september 2018

on Kamis, 06 September 2018. Posted in Berita/Pengumuman Terkini

Rapat evaluasi bulan september 2018

 

Sendawar, Rabu 5 September 2018.

 

Bertempat di ruang Aula Pengadilan Negeri Kutai Barat Kelas II dilaksanakan Rapat  Bulanan/ Evaluasi Kinerja Bulan Agustus. Rapat dipimpin oleh Bapak Suwandi, S.H.,M.H. selaku Ketua Pengadilan Negeri Kutai Barat Kelas II dengan didampingi oleh Bapak I Putu Suyoga, S.H., M.H. selaku Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kutai Barat Kelas II, Bapak Alfan Mufrody, S.H. selaku Panitera Pengadilan Kutai Barat Kelas II, dan Bapak Sarwono, S.H. selaku Sekretaris Pengadilan Negeri Kutai Barat Kelas II serta dihadiri oleh Para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, seluruh karyawan/ti Pengadilan Negeri Kutai Barat, para CPNS/Calon Hakim, Tenaga Honorer Pengadilan Negeri Kutai Barat Kelas II, serta Tenaga Kerja Kontrak Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

 

Rapat dibuka dengan pembinaan dari Ketua Pengadilan terkait Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2018 tentang Penegakan Integritas Seluruh Jajaran Pengadilan Di Lingkungan Peradilan Umum, yang mana lembaga tidak akan mentolerir pelanggaran integritas dalam bentuk apapun. Oleh karena itu Ketua Pengadilan kembali menegaskan supaya seluruh aparatur Pengadilan Negeri Kutai Barat Kelas II agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merendahakan harkat dan derajat pengadilan sekecil apapun itu, sehingga dihimbau untuk membatasi diri dalam bersosialiasi dengan pihak yang berpotensi menimbulkan persoalan dikemudian hari. Selanjutnya Ketua Pengadilan meminta para hakim untuk mempelajari kembali butir-butir kode etik dan pedoman perilaku hakim berdasarkan Surat Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 047/KMA/SKB/IV/2009 dan Ketua Komisi Yudisial RI Nomor 02/SKB/P.KY/IV/2009 tanggal 8 April 2009 dan Peraturan Bersama Mahkamah Agung Nomor 02/PB/MA/IX/2012 dan Komisi Yudisial Nomor 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim sedangkan untuk Panitera dan Jurusita diminta untuk memperlajari kembali butir-butir kode etik No.122/KMA/SK/VII/2013 tanggal 26 Juli 2013  dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 7,8 dan 9 tahun 2017

 

Selanjutnya setelah melakukan pembinaan, rapat dilanjutkan dengan laporan evaluasi kinerja bulan agustus dari tiap sub bagian kesekretariatan dan kepaniteraan. Di kepaniteraan perdata terkait pihak yang mau melakukan perlawanan terhadap eksekusi, Ketua Pengadilan memperingatkan agar lebih berhati-hati dalam menerima perkara tersebut karena pada prinsipnya orang yang mengajukan perkara tidak bisa ditolak untuk mengajukan perkara tetapi berdasarkan hukum acara tidak bisa lagi melakukan perlawanan jika ekesekusi telah selesai. Oleh karena itu upaya hukum terhadap eksekusi bukan perlawanan melainkan gugatan baru. Selanjtnya hakim pengawas di bidang kepaniteraan perdata menyampaikan laporan bahwa terkait formulir mediasi masih sering ditemukan tidak disertai dalam berkas perkara. Kemudian di kepaniteraan pidana, hakim pengawas kepaniteraan pidana melaporkan bahwa data persidangan dalam SIPP masih sering terdapat kekeliruan, oleh karenanya diharapkan agar lebih teliti dalam melakukan penginputan data. Setelah itu di kepaniteraan hukum, Ketua Pengadilan memerintahkan agar direktori putusan lebih sering dicek sehingga jika terdapat perkara yang belum masuk ke dalam direktori agar dilakukan refresh antrian direktori pada aplikasi SIPP.

 

Beralih ke bidang kesekretariatan, Ketua Pengadilan memerintahkan agar petugas piket lebih memperhatikan pengunjung/para pihak  yang bersidang agar card visitor wajib diberikan kepada mereka dan wajib menitipkan identitas mereka. Selain itu dalam ruang persidangan setiap kali ada saksi (polisi) yang membawa pistol, senjata api atau benda tajam lainnya agar ditegur kecuali pihak pengamanan yang  diijinkan.

 

Rapat ditutup dengan himbauan dari Ketua Pengadilan agar lebih meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja sehingga dapat memberikan layanan yang prima kepada para pencari keadilan.

 

 

Putusan Terbaru